Jumat, 03 Juli 2009

Penyakit Jahil dan Hawa Nafsu

Artikel kali ini disadur dari video singkat ceramahnya Syaikh Utsaimin di:
http://www.youtube.com/watch?v=UfcXKaYxidw

penyakit yang menimpa manusia ada dua macam:
1. penyakit bathin (hati) dan maknawi
2. penyakit jasmani dan dapat diindra
penyakit pertama lebih utama untuk diperhatikan karena dapat mengakibatkan kebinasaan abadi atau keselamatan abadi.



penyakit hati memiliki dua cabang:
1. jahl (kebodohan)-->sesungguhnya manusia mencintai kebaikan dan berusaha kepadanya akan tetapi mereka memiliki kejahilan. maka terjadilah karena sebab itu kesalahan yang besar. sehingga berkata sufyan ibnu Uyainah Rahimahullah :
"barangsiapa yang rusak dari ahli ibadah kita maka padanya ada keserupaan dengan nasoro, karena nasoro menginginkan kebaikan akan tetapi sesat darinya, sebagaimana firman Allah Subhanallahu Wata'ala : dan mereka mengada-adakan rabbaniyah padahal kami tidak mewajibkannya kepada mereka (yang kami wajibkan hanyala) mencari keridhaan Allah(Q.S Alhadid 27)".
Sufyan ibnu Uyainah juga berkata :"barangsiapa yang rusak dari ahli ibadah kita maka padanya ada keserupaan dengan yahudi.Karena yahudi mengetahui kebenaran akan tetapi menyelisihinya."
diatas kedua hal ini berputar seluruh penyakit hati. karena dari itu kita tahu keharusan berilmu dan harusnya tunduk serta penerimaan terhadap syariat. jika tidak terjadilah kebinasaan. kebinasaan ini tidak seperti kebinasaan terhadap badan, karena kebinasaan badan adalah kembali ke keadaan semula. "dari tanah itulah Kami menjadikan kamu dan kepadanyalah Kami akan mengembalikan kamu dan darinya Kami akan mengeluarkan kamu yang lain (Q.S Thoha 55)"
tetapi binasanya hati bermakna hilangnya kehidupan. dimana manusia tidak bisa mengambil manfaat dari keberadaannya di dunia, kerugian dunia. serta dia tidak bisa mengambil kebaikan di akhirat. apakah kehidupan yang abadi? pertanyaan... jawablah...kehidupan akhirat. karena Allah Subhanahu Wata'ala berfirman : "dan sesungguhnya kehidupan akhirat itulah kehidupan yang sebenarnya (Q.S Ankabut 64)"
dan berkata Allah Subhanahu Wata'ala : "pada hari itu sadarlah manusia, tetapi tiada berguna lagi kesadaran itu. Dia berkata "alangkah baiknya sekiranya aku dulu mengerjakan kebaikan untuk hidupku ini" (Q.S Al Fajr 23:24)"

[+/-] Selengkapnya...

Selasa, 21 April 2009

Jalan-jalan ke Sumatra Selatan

Kira-kira baru seminggu kemarin aku balik ke Bandung, seminggu dari seminggu kemarin aku habiskan di Sumatra Selatan. Acara utamanya sich mau lihat keponakan yang sedari lahir belum pernah sekali pun bertemu dengan ku a.k.a pamannya (mamak dalam bahasa Padang). Di Sumatra Selatan aku tinggal di tempat kakakku tepatnya di kota kecil Prabumulih. Dari serangkaian acara yang dilakukan di sana, aku masih menyempatkan untuk jepret-jepret kota Prabumulih dan sebagian kecil kota Palembang. Ini lah hasil jepretannya, walaupun tidak bagus karena gangguan cuaca tapi gak terlalu jelek kok untuk ditampilkan di blog ini…hehehe.

Ini kalau boleh dibilang sich ikonnya kota Prabumullih, soalnya gak ada lagi yang bisa di jadikan ikon di sana. Monumen ini adalah replika pompa minyak miliknya Pertamina. Monumen ini tepat berada di depan kantor VPnya Pertamina. Lanjut….

Kebetulan waktu lagi keluar langitnya lagi cerah jadi sekalian aja jadi sasaran jepretan kamera hehehe… yang di depan itu adalah pasarnya Prabumulih. Lebih jelasnya….


Ini pasarnya Prabumulih padat banget…… toko-toko dengan pedagang tradisional bercampur, bahkan ada di sebelahnya toko baju orang jualan ikan, kebayang gak???? Buka mata ini nyata hanya di Indonesia hehehe…..

Jalan terus….terus…terus….. nah sampai deh di pintu gerbang keluar kota Prabu. Sekarang kita menuju ke Palembang….. tancap boy….. :)

Pas nyampe di Pelembang pas turun hujan… yah… gak bisa keluar jadinya hanya ngambil gambar dari atas mobil, hasilnya hmmmm…. Seperti yang terlihat di atas, kabur… Tapi kalau di lihat lagi gambarnya mirip yang ada di atas gedung sate ya….

Pas nyampe di jembatan Ampera cuma bisa ambil gambar ini, mana macet lagi. Gambar atas adalah jembatan ampera dan bagian bawah sungai musi dengan seorang yang berjalan di tengah hujan, kayanya sih pas hujan pas lagi ada di jembatan, di jembatan kan tidak ada tempat untuk berteduh :)



[+/-] Selengkapnya...

Sabtu, 10 Januari 2009

Menjadi Seorang Ibu yang Baik

Setiap wanita tentunya sangat mengimpikan saat menikah dengan orang yang sangat dicintainya. Setelah menikah hal yang paling ditunggu selanjutnya adalah mempunyai seorang anak. Dengan sendirinya wanita tadi tentu saja akan menjadi seorang ibu bagi anak-anaknya.

Tapi pada tahu gak, kalau tidak semua wanita itu berbakat untuk menjadi seorang ibu bagi anak-anak nya. Seorang ibu adalah wanita yang sangat menyayangi anak-anaknya, seorang guru dan contoh bagi anak-anaknya dalam kehidupan sehari-hari mereka. Namun apa jadinya jika orang yang dijadikan panutan tersebut ternyata tidak seperti yang dibayangkan oleh anak-anaknya. Ketika seorang ibu merasa sangat berkuasa dan tidak ada rasa saling menghargai di rumah maka hubungan yang seharusnya terjadi antara ibu dan anak tidak akan tercipta. Akibatnya kekacauan dan keributan di dalam rumah tidak akan bisa dihindari. Bahkan hal yang terparah yang mungkin terjadi adalah anak-anak tidak lagi merasa aman di rumah sehingga mereka memutuskan untuk meninggalkan rumah.

Sebenarnya tindakan anak yang meninggalkan rumah tak lain adalah agar ibu mereka berusaha mencari dan mendapatkan perhatian yang seharusnya mereka dapatkan setiap harinya. Namun kebayang gak jika dalam keadaan seperti itu anak keburu bertemu dengan hal yang dapat menggantikan kasih sayang orang tua mereka walaupun itu membahayakan diri mereka sendiri seperti narkoba, pergaulan bebas atau lain sebagainya yang sejenis dengan hal tersebut....
Oleh karena itu penting sekali kiranya seorang ibu membangun komunikasi dengan anak mereka dan mencoba memahami apa yang dipikirkan oleh anak-anaknya. Seorang ibu seharusnya mendorong anak-anaknya dalam setiap kegitan positif yang mereka lakukan dan memberikan hukuman yang pantas setiap kesalahan yang mereka lakukan. Setiap anak yang beranjak dewasa membutuhkan dorongan dan bimbingan bukan hardikan dan penyalahan yang tidak beralasan.

Namun sangat ironi memang di saat himpitan ekonomi yang menimpa keluarga dijadikan alasan bagi orang tua untuk mengabaikan rasa kenyamanan dan keamanan dalam keluarga. Tidak mengapa jika seorang anak bekerja untuk membantu orang tua dalam mencari nafkah namun itu bukan alasan bagi mereka untuk tidak mendapatkan rasa kasih sayang dari orang tua mereka. Seorang anak yang tidak merasa aman dan nyaman dalam rumah maka akan kehilangan arah dalam menjalani kehidupan mereka. Akibatnya dapat ditebak kalau tidak anak tesebut mengambil jalan pintas dalam menjalani kehidupannya tanpa mempedulikan lagi norma yang ada di sekitarnya atau anak tersebut akan bertahan namun dengan perkembangan yang minim. Dalam opsi kedua ini maksudnya adalah anak tersebut merasa semua yang terjadi di dalam rumah adalah salah mereka sehingga mereka akan berusaha untuk memperbaikinya tanpa bimbingan dalam melakukan hal tersebut. Ditambah lagi tekanan dari orang tua yang selalu menyalahkan mereka akan memperparah keadaan.

Untuk itu sekali lagi seorang anak dalam perkembangannya membutuhkan perhatian dan kasih sayang, dorongan, rasa aman dan nyaman di dalam rumah mereka untuk melakukan berbagai hal yang positif. Orang tua dalam hal ini bertugas sebagai pembimbing dalam setiap hal yang dilakukan anak-anaknya. Tidak mengapa jika anak bekerja untuk membantu ekonomi keluarga namun pastikan anak-anak tersebut mendapatkan hal-hal penting yang telah disebutkan di atas. Kenyamanan dalam keluarga harus ada walau bagaimanapun keadaan ekonomi keluarga.

[+/-] Selengkapnya...

when it's not going what it's must be...

What will you do...??? itulah yang sering terjadi dalam kehidupan kita sehari-hari, akankah kita menyerah dengan keadaan seperti itu. Jawabannya bagiku tentu saja tidak, kenapa harus menyerah. Akan tetapi hal ini sering kali melumpuhkan semangat kita hingga tersungkur, bingung hingga hilang arah dan jika tidak cepat bangkit mungkin saja akan menjadi teruk (baca : parah). Jadilah manusia yang tahan dengan segala serangan itu, kemampuan untuk bangkit dari kelumpuhan itu adalah sebuah anugrah. Semakin sering kita bangkit dari kelumpuhan itu semakin kuat juga kita dalam menjalani proses selanjutnya.

Memang benar kita bukanlah sesorang yang sempurna yang mampu menjalani semuanya dengan baik, tapi setidaknya ada sesuatu dalam diri kita ini yang dapat kita andalkan, asah dan gunakan dalam menjalani proses selanjutnya. Kekuatan itu adalah believing, believing in your god and believing in your self.

Satu hal yang bisa kita lakukan adalah kembali ke tujuan yang kita tentukan. Di sinilah pentingnya penetapan tujuan yang kita tetapkan di awal. Hal itu adalah tonggak acuan hidup dalam perjalan mencari alasan kenapa kita hidup....

[+/-] Selengkapnya...

Sabtu, 29 November 2008

Berbuat yang Bermanfaat

Cuma ingin membagi ilmu saja, walaupun gak banyak namun prinsipnya kan sampaikan walaupun sedikit tul???^_^. Begini, asal mula prinsipnya adalah ilmu sebelum berbuat, jadi artinya apapun yang akan kita lakukan jangan sampai kita tidak mengetahui tentang hal yang kan kita lakukan tersebut, walaupun sedikit. Coz, akibatnya bisa berbahaya coy.... ibaratnya lu melangkah ke tempat yang tidak lu ketahui sebelumnya, bahaya banget kan, gimana kalau terjadi hal yang tidak lu inginkan???.
Ini juga lah hal yang akan mendorong kita untuk mau berbuat hal yang bermanfaat, perlu pertimbangan dan perancangan sebelumnya. Jadi inget kata mak gw dulu "babuek tu yang lamak di awak katuju di urang" artinya dalam melakukan segala sesuatu itu haruslah dipertimbangkan juga implikasinya ke masyarakat, jangan berbuat semata-mata hanyalah untuk kesenangan kita sajah....
Tambahan lagi kalau misalnya lu gak punya ilmu tentang sesuatu, terus kemudian lu nekat untuk melakukan hal tersebut maka hal itu akan menunjukkan kebodohan lu.

Sebagai contoh : misalkan lu ditanya oleh seseorang tentang suatu bidang yang sebenarnya tidak lu ketahui. Kemudian karena merasa tertantang maka lu akan mengatakan bahwa lu mengetahui hal tersebut dan memaksakan untuk menjawabnya. Maka hal ini jelas akan menunjukkan ketidaktahuan lu kepada sang penanya.
Terakhir jika kita menerapkan prinsip ini maka kita akan terus merasa tertantang untuk terus belajar karena sesuatu yang bermanfaat itu bersumber dari ilmu, sedangkan ilmu itu tidak terbatas adanya.

[+/-] Selengkapnya...

Pesawat Tempur

Ngomong-ngomong tentang pesawat tempur, jadi teringat dengan lagunya iwan fals dengan judul "pesawat tempur ku" (penting ya........????). Sebenarnya bukan begitu, yang ingin gw ceritakan adalah tentang perkembangan pesawat tempur itu sendiri. Sebuah negara tanpa adanya pesawat tempur tentunya belumlah akan bisa aman, pasalnya selain sebagai kendaraan militer paling taktis dan dinamis pesawat tempur juga merupakan kebanggaan sebuah negara. Tinggal tongkrongin aja puluhan tu pesawat di bandara, negara lain bakalah mikirin 2 kali deh untuk ngobrak-abrik ya gak ?^...^ (bahasa yang tidak baku...). Sebagai bahan pertimbangan china itu sudah bisa dibilang maju dalam teknologi pesawat tempur. Contohnya pesawat yang ini ni..

Pesawat varian ini merupakan salah satu kandidat pengganti pesawat Hawk MK-53 indonesia yang udah usang (hebat oi....). Bagaimana dengan indonesia????

[+/-] Selengkapnya...